Petunjuk7.com, KARO [ Jajaran kepolisian mulai dari Mabes Polri, Polda hingga Polres secara serentak mendukung program pemerintah dalam mempercepat terwujudnya swasembada bawang putih nasional. Salah satu langkah konkret dilakukan Polres Karo melalui penanaman bawang putih bersama kelompok tani di Perladangan Limpang Desa Barusjahe Kecamatan Barusjahe Kabupaten Karo, Rabu 19/8/2026.
Program tersebut menjadi bagian dari upaya mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap bawang putih impor. Pasalnya, kebutuhan bawang putih nasional hingga saat ini masih sangat bergantung pada pasokan dari luar negeri.
Kapolres Karo AKBP Pebriandi Haloho mengatakan, kegiatan penanaman bawang putih tersebut merupakan bagian dari program serentak yang dilaksanakan jajaran kepolisian di seluruh Indonesia khususnya Polres Karo Polda Sumatera Utara.
“Kegiatan ini dilaksanakan oleh seluruh jajaran kewilayahan, mulai dari Mabes Polri, Polda hingga Polres jajaran. Kita mendukung program pemerintah untuk mewujudkan swasembada bawang putih nasional,” ujar Kapolres dalam kegiatan tersebut.
Menurutnya, kebutuhan bawang putih di Indonesia cukup besar, sementara sekitar kurang lebih 90 persen kebutuhan nasional masih dipenuhi melalui impor. Karena itu, pengembangan budidaya bawang putih di daerah dinilai menjadi langkah penting untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap produk impor.
“Kita berharap melalui program ini Indonesia tidak lagi bergantung pada impor bawang putih. Kami juga mendapat dukungan dari kelompok tani yang akan memulai penanaman bawang putih,” katanya.
Penanaman di wilayah Kecamatan Barusjahe diharapkan menjadi proyek percontohan yang dapat dikembangkan ke wilayah lain. Selain Barusjahe, wilayah Kecamatan Merek juga diproyeksikan menjadi salah satu lokasi pengembangan budidaya bawang putih.
“Kalau penanaman bawang putih di Kecamatan Barusjahe berhasil, insyaallah akan diikuti oleh Gapoktan lainnya yang ada di wilayah Polres Karo,” ujarnya.
AKBP Pebriandi Haloho menjelaskan, budidaya bawang putih memiliki sejumlah persyaratan dan karakteristik khusus. Pengembangan komoditas tersebut di Kabupaten Karo juga masih relatif terbatas.
Karena itu, penanaman yang dilakukan saat ini diharapkan dapat menjadi proyek percontohan untuk melihat potensi pengembangan bawang putih sekaligus mendorong semakin banyak petani yang tertarik membudidayakannya.
Dari sisi pemasaran, hasil panen nantinya diharapkan memiliki kepastian penyerapan sehingga petani tidak kesulitan menjual hasil produksinya. Penyerapan dapat dilakukan melalui Bulog maupun kerja sama langsung dengan Gapoktan di daerah sentra produksi bawang putih.
Ia berharap bibit bawang putih yang ditanam dapat tumbuh optimal, menghasilkan umbi dengan ukuran dan kualitas yang baik serta memiliki nilai jual tinggi. “Harapannya bawang putih yang ditanam bisa tumbuh subur, ukurannya bagus dan harga jualnya tinggi. Kalau harganya baik, tentu akan meningkatkan pendapatan dan mengangkat perekonomian Gapoktan,” pungkasnya.
Program penanaman bawang putih tersebut tidak hanya diarahkan untuk mendukung target swasembada pangan nasional, tetapi juga diharapkan mampu membuka peluang ekonomi baru bagi petani, meningkatkan produktivitas lahan serta memperkuat sektor pertanian di wilayah Kabupaten Karo.
Dengan dukungan, pemerintah daerah dan kelompok tani, pengembangan bawang putih di Kabupaten Karo menjadi langkah awal menuju budidaya yang lebih luas dan berkelanjutan di wilayah hukum Polres Karo. [ * ]