• Follow Us On : 
Bisnis Menggiurkan, Budidaya Cacing Lumbricus Rubellus di Desa Cimbang Mulai Produksi Rumah budidaya cacing lumbricus rubellus di Desa Cimbang saat ini mulai produksi, Minggu (11/10/2020). Foto: KS

Bumi Turang

Bisnis Menggiurkan, Budidaya Cacing Lumbricus Rubellus di Desa Cimbang Mulai Produksi

Ahad, 11 Oktober 2020 - 17:06:20 WIB
Dibaca: 384 kali 
Loading...

Petunjuk7.com - Budidaya cacing tanah jenis lumbricus rubellus di Kabupaten Karo mulai berproduksi untuk pertama kalinya, salah satu bisnis menggiurkan.

Saat pertama kali berproduksi, langsung diresmikan oleh seorang pengusaha kopi Cimbang Sinabung yang juga menjabat sebagai Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Karo Imam Syukri Syah Tarigan bertempat di Rumah Budidaya Cacing Tanah, Desa Cimbang, Kecamatan Payung, Kabupaten Karo, Propinsi Sumatra Utara, Minggu (11/10/2020).

Peresmian produksi cacing tanah itu juga turut dihadiri oleh PT. Pos Indonesia Kanca Kabanjahe, aktivis pemerhati lingkungan seperti DPD Walantara Kabupaten Karo, LSM Pemuda NKRI Kabupaten Karo dan beberapa insan pers.

Di sela - sela peresmian tersebut, kepada wartawan, Imam Syukri Syah Tarigan menjelaskan, bahwasl saat ini persaingan dunia usaha dan dunia kerja semakin ketat.

Sehingga terangnya, dibutuhkan individu - individu yang mandiri, kreatif, inovatif dan berani untuk memulai membuka lapangan - lapangan kerja yang baru supaya dapat meningkatkan ekonomi masyarakat di pedesaan.

Untuk itu, terkait budidaya cacing tanah, ungkapnya, tak butuh lahan luas dan modal yang tinggi dalam usaha pembudidayaan cacing tanah spesies lumbricus rubellus.

Karena paparnya, saat ini prospek usaha pengembangbiakan cacing tanah ini sudah mulai digandrungi dan bisa menjadi usaha alternatif membuka lapangan kerja baru.


Sebab, jenis cacing ini mempunyai siklus pertumbuhan yang lebih cepat dibandingkan dengan jenis cacing lainnya. Dimana lanjutnya, jenis cacing ini tergolong mudah pemeliharaan dan perawatannya, apalagi bisa dikembangkan di media tanah yang dicampur dengan limbah organik atau kotoran sapi/lembu.

Kemudian, sambungnya, cacing jenis ini banyak dimanfaatkan dalam dunia peternakan yang digunakan untuk pakan ternak sejenis unggas dan ternak ikan. Serta dapat diganakan sebagai bahan obat - obatan industri farmasi. Mengingat, dalam dunia farmasi cacing jenis ini banyak dimanfaatkan juga sebagai bahan kosmetik. Bahkan permintaannya pun terus meningkat untuk memenuhi jumlah produksi yang semakin besar.

Maka, ketersediaan cacing tanah seperti ini masih sangat terbatas dengan harga yang relatif lebih mahal, karena belum banyak yang melakukan budidaya cacing tanah jenis ini khususnya di Kabupaten Karo di tengah masih jarang masyarakat yang tahu akan hal tersebut.

Hal itu diutarakan Imam Syukri Syah Tarigan yang juga sebagai pengusaha kopi cimbang sinabung ini saat dimintai keterangan oleh awak media dilokasi rumah pembudidayaan cacing yang baru saja di lounching.

"Saya berharap dengan adanya usaha pembudidayaan cacing tanah seperti ini dapat dikembangkan lagi ke setiap desa di Kabupaten Karo. Karena disamping dapat meningkatkan income pendapatan masyarakat. Usaha ini juga bisa mengurangi dampak lingkungan yang disebabkan oleh kotoran  ternak dan juga dapat memanfaatkan limbah organik lainnya. Minimal untuk memenuhi kuota yang dibutuhkan saat ini, yaitu minimal sebanyak 10 ton dalam setiap bulannya dengan daya beli atau harga beli ditingkat peternak cacing sebesar Rp.25.000 s/d Rp.30.000 per kilogram nya," ujar Imam Syukri Syah Tarigan.

Sedangkan, aktivis pemerhati lingkungan Ketua DPD Walantara Kabupaten Karo, Daris Kaban, mengapresiasi budidaya cacing tanah tersebut. Dimana sebut Daris, kegiatan usaha pembudidayaan cacing tanah yang pertama kalinya digagas di Desa Cimbang.

"DPD Walantara Karo siap mendukung dan siap berkolaborasi dalam hal pengembangan usaha ternak cacing tanah seperti ini. Saya baru tahu kalau ternyata usaha seperti ini dapat meningkatkan kesejahtraan masyarakat. Karena harga jual yang lumayan tinggi dengan modal yang tidak terlalu besar, namun dapat menghasilkan keuntungan dengan waktu yang relatif singkat. Disamping itu, masyarakat diajak untuk memanfaatkan limbah kotoran ternak dan limbah organik lainnya sebagai bahan pakan ternak cacing yang dapat mengurangi dampak yang timbul dari limbah kotoran ternak, dan sampah organik lainnya sehingga kelestarian lingkungan tetap terjaga," ketus Daris.

"Sehingga, dari budidaya cacing ini bisa menghasilkan pundi - pundi uang. Usaha kreatif sepert ini sudah selayaknya mendapat dukungan dari pemerintah desa, elemen masyarakat, dan tentunya juga harus didukung oleh pemerintah daerah. Untuk itu, dengan bersedianya pengusaha yang siap menampung hasil panen ternak cacing ini dalam jumlah besar. Kami juga siap dilibatkan dalam memberikan edukasi kepada kelompok peternak cacing  yang siap bergabung nantinya." jelas Ketua DPD Walantara Kabupaten Karo mengakhiri. (KS).



Loading...

Akses petunjuk7.com Via Mobile m.petunjuk7.com
TULIS KOMENTAR
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Loading...
KABAR POPULER