• Follow Us On : 
Pupuk Subsidi Tidak Langka, Petani di Kecamatan Berastagi Bahagia Petani Saat Menebus Pupuk bersubsidi di UD Rizkina Tani Kec Berastagi

Pupuk Subsidi Tidak Langka, Petani di Kecamatan Berastagi Bahagia

Rabu, 11 Maret 2026 - 17:47:32 WIB
Dibaca: 264 kali 
Loading...

Petunjuk7.com, KARO [ Armada Barus, seorang petani dari Desa Sempajaya Kecamatan Berastagi Kabupaten Karo senang karena begitu mudahnya memperoleh pupuk subsidi. Anggota kelompok tani Gung Tinaruh ini cukup pergi ke kios pupuk UD Rizkina Tani di Pusat Pasar Berastagi, menunjukkan KTP maka beliau pun bisa memperoleh pupuk subsidi yang dibutuhkan.

Kemudahan ini tidak luput dari peran PT Pupuk Indonesia dalam rangka menyebarkan pupuknya hingga langsung ke tangan petani. Setiap karung pupuk subsidi telah sampai di tingkat pengecer, termasuk salah satu kios milik Sekilap Surbakti ini. Ternyata, digitalisasi distribusi pupuk memang ampuh untuk memberikan kepastian akan kebutuhan utama sektor pertanian hingga di pedesaan.

Sebagai pemilik kios, Pak Surbakti menunjukkan betapa mudahnya bertransaksi. Pelanggan hanya tinggal menunjukkan KTP sebagai bukti penerima pupuk subsidi, maka data kuota penerima bisa ditampilkan dalam aplikasi iPubers, aplikasi yang dikembangkan secara bersama antara Pupuk Indonesia dan Kementan. Data yang tertera memang sesuai dengan kuota yang telah ditetapkan oleh Pemerintah. 

Saya pun penasaran, sebetulnya bagaimana rupa iPubers ini. Dicarilah ke Google Play, data yang tersaji cukup rinci. Memang benar, sebagaimana yang ditunjukkan oleh Pak Surbakti. Di sana tertera nama petani, kelompok tani, serta kuota pupuk berdasarkan luas lahan garapan. Jika begini, rasa was-was akan kelangkaan atau tidak kebagian pupuk pun bisa teratasi.

Karena adanya keterbukaan informasi ini maka timbullah saling kepercayaan antara petani seperti Armada Barus, pengecer sebagaimana Pak Surbakti, Dinas Pertanian di darah sebagai regulator dan PT Pupuk Indonesia sebagai produsen. Sekilas, saya bisa mengerti jika kelangkaan bisa diminimalisir bahkan tidak terjadi sama sekali. Toh, petani tinggal melihat data real-time alur distribusi pupuk subsidi.

Saya sih coba untuk membandingkan dengan keadaan sebelum digitalisasi. Tentu, petani sebagai konsumen sekaligus penerima hak subsidi dari pemerintah, tidak memiliki bayangan akan ketersediaan pupuk di pasaran. Sebagai anak petani, saya bisa membayangkan sebuah situasi andaikan seorang petani tidak memiliki "kepastian" akan ketersediaan pupuk.

Apabila musim tanam sedang berlangsung, bibit sudah ditanam di Ladang atau persawahan maka tanaman pun membutuhkan pupuk. Andaikan petani datang ke kios pupuk, sedangkan di sana tidak ada barang, pasti petani kecewa. Alhasil, tanaman tidak bisa dipupuk sesuai jadwal. Terlebih, sekarang sudah masuk musim tanam. Kerugian petani saat masa tanam panen nanti sudah bisa diperkirakan. Jelas, produktivitas kemungkinan turun.

Alhamdulillah, persawahan dan perladangan di Desa Sempajaya tampak berbenah atau mau siap ditanam. Di sana ada musim tanam dan ada juga juga sebagian panen. Ada lahan petani yang telah dipanen. Bahkan, beberapa petak lahan ditanami oleh kopi, kol, dan cabai yang tampak segar. 

 

Laporan : Surbakti 



Loading...

Akses petunjuk7.com Via Mobile m.petunjuk7.com
TULIS KOMENTAR
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Loading...
KABAR POPULER