• Follow Us On : 
Hari Tani Nasional, YAPIDi dan STTK Ajak Petani Karo Tetap Semangat Dimasa Pandemi Covid 19 Pengurus Perhimpunan Pelayanan Pijer Podi (YAPIDI) dan Serikat Tani Tanah Karo (STTK) berfoto bersama. Foto: KS

Bumi Turang

Hari Tani Nasional, YAPIDi dan STTK Ajak Petani Karo Tetap Semangat Dimasa Pandemi Covid 19

Kamis, 24 September 2020 - 12:31:57 WIB
Dibaca: 320 kali 
Loading...

Petunjuk7.com - Ketua Serikat Tani Tanah Karo (STTK) Juna dan perwakilan dari Perhimpunan Pelayanan Pijer Podi (YAPIDI) Tanah Karo, mengajak mengajak masyarakat Tanah Karo untuk tetap semangat dalam memperingati Hari Tani Nasional di masa pandemi Covid 19.

Karena dimasa pandemi yang serba sulit ini membuat para petani menjadi semakin khawatir, yang banyak permasalahan - permasalahan dan juga membuat petani semakin terpuruk.

"Pada momen perayaan Hari Tani Nasional yang jatuh pada Kamis, 24 September 2020 ini, kami berharap pemerintah pusat khususny Kementerian Pertanian dan Pemerintah Kabupaten Tanah Karo serta DPRD Kabupaten Karo peduli dan perhatian terhadap kondisi pertanian dan nasib petani sekarang ini," kata Juna Bangun kepada wartawan, Kamis (24/9/2020) pagi di Kabanjahe.

Sehubungan dengan itu, jelas Juna Bangun, pada Kamis, (13/9 2020) lalu, bahwa STTK bersama Organisasi Tingkat Lokal (OTL) melakukan rapat akbar anggota bersama di kantor YAPIDI Tanah Karo di Kabanjahe terkait permasalahan dan tantangan yang dihadapi petani Karo di masa pandemi Covid -19. Serta upaya advokasi yang dilakukan agar Kebijakan pemerintah pro petani Karo khususnya dan petani Indonesia umumnya.

"Banyak kondisi pertanian di Kabupaten Karo sangat memprihatinkan sekali, petani butuh pupuk subsidi, bibit, edukasi penyuluhan pertanian dan campur tangan pemerintah dalam membuka akses pemasaran hasil tani kami. Mengingat, Kabupaten Karo penghasil pertanian dan masyarakatnya banyak rata - rata petani. Maka dibutuhkan keseriusan dari pemerintah Kabupaten Karo dan juga DPRD Kabupaten Karo untuk mendukung pertanian masyarakat Karo," jelasnya.

"STTK siap bekerja sama dengan pemerintah, kita bisa berbagi ide dan sama - sama mencari solusi mengatasi masalah pertanian di Kabupaten Karo," kata Ketua STTK.

Ia juga menyebutkan bahwa Organisasi Tingkat Lokal (OTL) juga mengharapkan hal yang sama, kini mengalami keresahan mengenai kondisi pertanian di Kabupaten Karo.

Yang notabene terangnya, masyarakat banyak memenuhi kebutuhan hidup sebagai petani.

"Apalagi di masa pandemi ini serba susah, sehingga kami berharap adanya campur tangan pemerintah dalam pemasaran hasil tani kami dan permasalahan tani lainnya," beber Juna Bangun.

Surat Kepada Presiden

Senada Juna Bangun, perwakilan dari YAPIDI Tanah Karo, Kalpin Sembiring, menambahkan, seperti biasanya STTK bersama OTL dan Credit Union (CU) di desa yang berdomisili di Kabupaten Karo dalam memperingati Hari Tani Nasional menyemarakkan dengan beragam aksi seperti longmarch, membagi bibit, aksi serentak gotong royong kebersihan desa, diskusi, seminar, orasi petani, STTK Fair dan sebagainya.

"Untuk itu, dikarenakan kondisi kita yang tak bisa melakukan serangkaian kegiatan dalam peringatan Hari Tani Nasional, maka YAPIDI beserta STTK mengajak masyarakat Tanah Karo terkhususnya para petani, Organisasi tingkat local (OTL)/ Credit Uniuon (CU) untuk bergotong royong melakukan kebersihan di desanya masing-masing dalam rangka memperingati Hari Tani Nasional," ungkap Kalpin.

"Seperti yang kita tahu Serikat Tani Tanah Karo akan sampaikan surat terbuka kepada Bapak Presiden RI Joko Widodo dan Kementerian Pertanian RI terkait permasalahan yang saat ini membuat petani semakin terpuruk. Permasalahan yang dialami Petani Karo saat ini yang kami sampaikan melalui surat terbuka ada 13 poin diantaranya menyangkut Saprodi yang mahal, sehingga mengakibatkan biaya produksi pertanian terus meningkat, pendistribusian pupuk subsidi yang tidak merata, langka dan mahal, hama penyakit tanaman meningkat seperti akar lobak, busuk batang, penyakit merah, dan hasil yang tidak maksimal dan tanah yang hampir tandus, belum adanya klinik pertanian/ laboratorium di kabupaten karo, pengawasan benih yang tersertifikasi belum ada dan kedaulatan bibit di Kabupaten Karo. Pembagian atau distribusi bibit melalui kelompok tani tidak merata, bantuan - bantuan ke kelompok tani di desa kurang merata, harga komoditi pertanian di pasar cendrung murah misalnya tanaman kopi, jagung, dan padi, petani bunga di Tanah Karo butuh bibit bunga jenis baru serta penataan pemasarannya kurang memadai, meningkatkan kapasitas petani Karo oleh Dinas Pertanian melalui PPL, jika diperlukan melibatkan PPS, atau pemerhati pertanian. Petani terlilit hutang karena modal bertani sebelumnya tidak bisa berputar lagi karena harga - harga komoditas murah, kualitas produksinya kurang baik dan kurang maksimal. Ditambah lagi dampak pandemi dan erupsi Gunung Sinabung. Meningkatkan produktifitas UKM/Koprasi dan pendampingan rutin, menempatkan kantor Kementrian Pertanian Pusat sebagai perwakilan di Tanah Karo. Dan Serikat Tani Tanah Karo menghimbau agar pemerintahan Tanah karo melalui Dinas Kabupaten Tanah Karo mempercepat penerbitan kartu tani," ungkap Kaplin.

Kalpin berharap, dalam peringatan Hari Tani Nasional, Presiden RI dan Kementerian Pertanian RI dapat mengabulkan permintaan petani Karo.

"Sebagai kado untuk petani Tanah Karo dalam peringatan Hari Tani Nasional ini, dan RUU Omnibuslaw bisa ditunda dan dikaji kembali. Hidup Petani. Petani Berdaulat, tak Boleh Lapar!," harapnya. (KS).



Loading...

Akses petunjuk7.com Via Mobile m.petunjuk7.com
TULIS KOMENTAR
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Loading...
KABAR POPULER