Petunjuk7.com, KARO [ Di saat Pemerintah Kabupaten Karo tengah mengerahkan seluruh sumber daya untuk menangani ratusan siswa/i yang menjadi korban keracunan Makanan Bergizi Gratis (MBG), sejumlah kelompok warga Desa Semangat Gunung, Kecamatan Simpang Empat, justru menggelar aksi unjuk rasa di halaman Kantor Bupati Karo, Kamis 20/8/2026.
Aksi yang dimulai pukul 10.00 WIB ini dinilai tidak tepat momentumnya dan terkesan mengabaikan situasi darurat kemanusiaan yang sedang dihadapi daerah.
Berdasarkan pantauan dilokasi, aksi ini dikoordinatori oleh Benny Sugandi Surbakti, Perhatin Surbakti dan Jenny Ginting. Massa aksi yang berjumlah sekitar ratusan orang datang menggunakan 30 unit mobil dengan membawa spanduk dan perangkat pengeras suara.
Dalam aksinya, warga menyampaikan empat tuntutan utama, yaitu:
- Percepatan pembangunan akses jalan alternatif.
- Penindakan tegas terhadap oknum pelaku pungutan liar (pungli) di jalan utama.
- Normalisasi aliran listrik.
- Pembukaan akses jalan baru Desa Semangat Gunung – Lau Gumba.
Meskipun pihak kepolisian dari Polres Karo dan Polsek Berastagi, serta unsur TNI dari Koramil 03/BT dan Posramil Kabanjahe telah hadir untuk mengamankan jalannya aksi, namun teming penyampaian aspirasi ini menuai kritik di kalangan masyarakat.
Kepala daerah dan jajaran pejabat Pemkab Karo, termasuk para asisten Bupati yang seharusnya menerima aspirasi warga, saat ini tengah disibukkan dengan koordinasi penanganan medis dan pendampingan terhadap ratusan siswa korban keracunan MBG.
Prioritas penanganan terhadap nyawa dan kesehatan anak-anak sekolah dinilai lebih mendesak daripada agenda unjuk rasa yang menuntut perbaikan infrastruktur, yang sebenarnya telah masuk dalam program prioritas pemerintah.
Hingga berita ini diturunkan pada siang hari, aksi demo warga Desa Semangat Gunung masih berlangsung dengan harapan mendapatkan jawaban langsung dari Pemkab Karo karena perwakilan masyarakat lagi mengadakan rapat dengan perwakilan Bupati di aula.
Laporan: Surbakti