MENU TUTUP

OTT KPK di Bengkulu, Pengadaan Barang dan Jasa di Daerah Rawan Korupsi

Senin, 26 Juni 2017 | 07:15:34 WIB Dibaca : 2533 Kali
OTT KPK  di Bengkulu, Pengadaan Barang dan Jasa di Daerah Rawan Korupsi Wakil Ketua KPK Alexander Marwata.
Loading...

Jakarta -- Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Alexander Marwata menuturkan, pengadaan barang dan jasa di daerah rawan korupsi dan menjadi pusaran korupsi yang kerap dimanfaatkan pejabat daerah. Salah satu contohnya, kasus suap proyek jalan di Rejang Lebong, Bengkulu.

"Kita menganggap penting adanya penguatan dalam proses pengadaan barang/jasa dan juga penguatan Aparatur Pengawas Internal Pemerintah (APIP)," kata dia di kantor KPK, Kuningan, pekan lalu.

Menurut Alexander, banyaknya korupsi di daerah yang melibatkan pejabat maupun kepala daerah, itu karena fungsi APIP itu tidak optimal diberdayakan. Apalagi, jika APIP itu diangkat dan bertanggung jawab kepada kepala daerahnya.

Kondisi tersebut membuat APIP tidak independen ketika melakukan pengawasan, khususnya terhadap kepala daerah. Terlebih, kata Alexander, alokasi anggaran untuk APIP ini sering tidak cukup. Persoalan lain APIP juga terkait kompetensi, kapasitas dan jumlah personel yang belum memadai.

Bengkulu, kata Alexander, menjadi salah satu provinsi di mana harus didorong penerapan supervisi pencegahan. Ada empat bidang di Bengkulu yang memang didorong KPK untuk diterapkan. Misalnya e-planning, e-budgeting, e-procurement, dan e-PTSP (Pelayanan Terpadu Satu Pintu).

"Kita mendorong e-procurement diterapkan di daerah-daerah agar menghindari adanya pertemuan langsung antara pengusaha dan pejabat panitia lelang atau pejabat unit layanan pengadaan. Kita melihat itu sering menjadi ajang proses negosiasi," ujar dia.

Alexander juga mengakui, Pemprov Bengkulu sebetulnya pernah meminta KPK untuk turut mengawasi pemerintahannya. Saat itu, Ridwan Mukti sebagai gubernur sampai mencanangkan Bengkulu sebagai daerah bebas korupsi. Karena itu, dia menyayangkan terjadinya Operasi Tangkap Tangan oleh KPK terhadap gubernur itu sendiri.

"Kami masih ingat sebetulnya inisiatif agar Bengkulu menjadi salah satu daerah yang juga diikutkan dalam Korsupka (Koordinasi dan Supervisi Pencegahan) KPK itu adalah inisiatif bapak gubernur sendiri," kata dia.(republika.co)

Loading...
Berita Terkait +
Loading...
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

Diduga Dendam Lama, Dua Pria Sukanalu Tewas di Dusun Sagan Tanah, Danramil 04/SE: Jangan Mudah Terprovokasi

2

Bupati Karo Kunjungi Kementerian UMKM RI, Perkuat Sinkronisasi Program dan Jajaki Pembangunan PLUT UMKM

3

Kodim 0205/Tanah Karo Gelar Upacara Peringatan Hari Anak Nasional 2026, Teguhkan Komitmen Lindungi Generasi Penerus Bangsa

4

Pemkab Karo Bantah Tolak Pengalihan Lahan RSUD Kabanjahe, Tegaskan Masih Menunggu Aturan dan Rampungnya Rumah Sakit Baru

5

Pemerintah Desa Rumah Berastagi Ajak Masyarakat Bersihkan Saluran Air Dan Jangan Membuang Sampah Sembarangan