MENU TUTUP

Kasus Peretasan Data Anggota Parlemen Jerman, Remaja Pekerja IT Diperiksa Polisi

Senin, 07 Januari 2019 | 22:10:54 WIB Dibaca : 1919 Kali
Kasus Peretasan Data Anggota Parlemen Jerman, Remaja Pekerja IT Diperiksa Polisi Data - data pribadi para politisi dipublikasi hacker "Orbit" di Twitter. Foto:Deutsche Welle.com
Loading...

Petunjuk7.com - Polisi menggeledah rumah remaja berusia 19 tahun dalam penyelidikan peretasan massal atas akun politisi, artis dan jurnalis Jerman. Dia mengaku kenal peretas yang bertanggung jawab untuk itu.

Televisi Jerman ARD melaporkan, polisi Jerman menggerebek rumah remaja pekerja IT berusia 19 tahun hari Minggu (6/1/2019) sebagai bagian dari penyelidikan atas peretasan data besar-besaran yang juga memengaruhi akun ratusan politisi Jerman.

Menurut laporan itu, petugas Dinas Kriminal Federal BKA memeriksa tempat tinggal pria itu dan menyita peralatan teknis di kediamannya di kota Heilbronn.

Pria muda yang diidentifikasi sebagai Jan S. itu mengatakan kepada ARD bahwa ia telah diinterogasi "selama beberapa jam" oleh polisi. Dia diperlakukan sebagai saksi dalam kasus ini. Dia mengatakan, dia kenal hacker yang dikenal dengan nama "Orbit," tetapi itu bukan dirinya.

Bocornya data dari akun sejumlah politisi, termasuk Kanselir Jerman Angela Merkel dan Presiden Frank-Walter Steinmeier, beberapa waktu lalu dipublikasikan di Twitter. Data-data itu termasuk nomor ponsel, info kontak, dan detail kartu kredit dari anggota partai politik Jerman serta beberapa selebriti dan jurnalis.

Mengaku bukan "Orbit"

Menteri Dalam Negeri Jerman Horst Seehofer hari Senin ini (7/1/2019) akan bertemu dengan BKA dan Dinas Keamanan Informasi BSI untuk membahas kasus tersebut.

Seorang pejabat BSI mengatakan, lembaganya telah mengetahui ada peretasan sejak awal Desember dan sudah memperingati beberapa anggota parlemen yang akunnya diretas.

Juga telah membagikan beberapa informasi yang diretas di akun Twitter-nya sendiri.

Dia mengakui telah melakukan kontak dengan peretas yang bertanggung jawab atas pencurian data tersebut. Menurut dia, peretas yang dikenal dengan nama "Orbit" menghubunginya tak lama setelah data-data itu disebarkan di internet dan memberitahu rencana untuk menghancurkan komputernya.

Pada hari Minggu malam (6/1/2019), Jan S. menguggah screenshot percakapan Email antara dia dan "Orbit" yang mengatakan dia akan menghancurkan peralatan teknisnya.

Selanjutnya "Orbit" juga mengatakan akan menghapus akunnya di aplikasi Telegram, yang telah digunakan keduanya selama bertahun-tahun untuk melakukan percakapan.

Jan S. yang sebelumnya disebut-sebut sebagai "Orbit" membantah bahwa dia adalah hacker yang dicari.

Sumber:Deutsche Welle.com
Editor:Hap

Loading...
Berita Terkait +
Loading...
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

Diduga Dendam Lama, Dua Pria Sukanalu Tewas di Dusun Sagan Tanah, Danramil 04/SE: Jangan Mudah Terprovokasi

2

Bupati Karo Kunjungi Kementerian UMKM RI, Perkuat Sinkronisasi Program dan Jajaki Pembangunan PLUT UMKM

3

Kodim 0205/Tanah Karo Gelar Upacara Peringatan Hari Anak Nasional 2026, Teguhkan Komitmen Lindungi Generasi Penerus Bangsa

4

Pemkab Karo Bantah Tolak Pengalihan Lahan RSUD Kabanjahe, Tegaskan Masih Menunggu Aturan dan Rampungnya Rumah Sakit Baru

5

Pemerintah Desa Rumah Berastagi Ajak Masyarakat Bersihkan Saluran Air Dan Jangan Membuang Sampah Sembarangan