Petunjuk7.com, KARO [ Sebagai bentuk kepedulian dan ikhtiar bersama atas kondisi kekeringan serta bencana yang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia, khususnya Kalimantan, Rutan Kabanjahe melaksanakan Sholat Istisqa dan doa bersama, Jumat 18/09.
Kegiatan tersebut diikuti oleh pegawai dan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Rutan Kelas IIB Kabanjahe yang beragama Islam. Pelaksanaan Sholat Istisqa menjadi bagian dari ikhtiar spiritual untuk memanjatkan doa kepada Allah SWT agar segera menurunkan hujan yang membawa keberkahan, khususnya bagi masyarakat di wilayah Kalimantan yang membutuhkan air hujan.
Dalam kegiatan tersebut, Ustadz Muhammad Salim dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Karo bertindak sebagai penceramah sekaligus khatib dan Imam Sholat Istisqa. Dalam tausiyahnya, beliau menyampaikan pentingnya memperbanyak doa, istighfar, introspeksi diri, serta senantiasa memohon pertolongan dan rahmat Allah SWT di tengah kondisi kekeringan yang melanda sejumlah wilayah.
Pelaksanaan kegiatan berlangsung dengan penuh kekhusyukan dan diikuti secara tertib oleh seluruh peserta. Selain melaksanakan Sholat Istisqa, kegiatan dilanjutkan dengan doa bersama sebagai bentuk kepedulian, solidaritas, dan harapan agar kondisi kekeringan serta berbagai dampak yang ditimbulkan dapat segera berakhir.
Dalam hal ini, Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Mashudi, serta Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sumatera Utara, Jalu Yuswa Panjang, yang mengimbau seluruh jajaran untuk bersama-sama memanjatkan doa dengan tulus agar hujan segera turun di wilayah Indonesia, khususnya daerah yang mengalami kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
Karutan Kabanjahe Evan Yudha Putra Sembiring, A.Md.I.P., S. H., Kasubsi Pelayanan Tahanan Rutan Kabanjahe Johannes Perpulungen Sitepu, S.H., Ka. Kpr Bobby Garciya Sembiring, S. Tr.Pas., Kasubsi Pengelolaan Aziz Idris, S.Tr.Pas, beserta jajaran mendukung penuh dan mendoakan serta menumbuhkan nilai kepedulian sosial dan solidaritas terhadap sesama. Doa yang dipanjatkan menjadi wujud ikhtiar bersama dengan penuh ketulusan, seraya berharap turunnya hujan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, lingkungan, serta membantu mengurangi dampak kekeringan dan bencana yang terjadi.
Selain ikhtiar melalui doa, Rutan Kabanjahe juga mengimbau seluruh pegawai dan WBP untuk menggunakan air secara bijak dan melakukan penghematan air dalam kehidupan sehari-hari sebagai bentuk kepedulian terhadap ketersediaan sumber daya air.
Semoga doa dan ikhtiar yang dilakukan bersama menjadi bagian dari harapan agar hujan segera turun dan membawa keberkahan bagi seluruh masyarakat Indonesia. Khususnya daerah yang mengalami kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). [ * ]