• Follow Us On : 
Siswi Yang Terdampak MBG di Karo, Tim Dokter Spesialis RSCM: Ingatannya Sangat Baik Dan Tak Ada Gangguan Psikotik

Siswi Yang Terdampak MBG di Karo, Tim Dokter Spesialis RSCM: Ingatannya Sangat Baik Dan Tak Ada Gangguan Psikotik

Kamis, 17 September 2026 - 18:09:35 WIB
Dibaca: 162 kali 
Loading...

Petunjuk7.com, KARO [ Tim dokter spesialis Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) mengungkap kondisi medis terkini Febiona Purba, siswi asal Kabupaten Karo, Sumatera Utara, yang menjadi korban keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Agustus 2026.

Febiona dirujuk ke RSCM sejak Sabtu 12/9/2026 bersama satu korban keracunan lainnya, yaitu Agnesia Paruliana Silitonga yang diduga mengalami gejala gagal ginjal usai mengonsumsi MBG.

Namun, Direktur Medik dan Keperawatan RSCM Dr. Renan Sukmawan mengatakan, sejak awal kedatangan, kondisi kedua pasien dalam keadaan yang tidak membutuhkan perawatan intensif.

"Jadi perawatannya di ruang rawat biasa, kira-kira gitu ya. Pasien dapat berkomunikasi dan kemudian kontak baik. Kedua adik kita ini sudah kita rawat dan alhamdulillah saya ingin menyampaikan bahwa hari ini kondisi sudah saya rasa sih sudah baik dan jauh lebih baik," kata Renan dalam konferensi pers di RSCM, Kamis 17/9/2026.

Renan pun menyebut tim dokter saat ini tengah berfokus melakukan pemulihan terhadap keduanya. Febiona dan Agnesia pun diharapkan bisa kembali ke rumahnya dan mulai bersekolah sambil melakukan pengobatan rawat jalan.

"Insya Allah segera kami rencanakan rawat jalan, ya. Supaya adik-adik kita, anak-anak kita ini cepat sekolah kembali. Dan saya kira ini tugas kita di RSCM ini untuk menangani sebaik-baiknya perawatan dan segala hal yang diperlukan sampai nanti persiapan untuk rawat jalannya," ucap Renan.

TAK HILANG INGATAN.

Sementara itu, di tengah mulai pulihnya kondisi fisiknya, tim dokter RSCM juga membantah adanya dugaan dan gejala hilang ingatan sebanyak 70 persen pada Febiona.

Dokter Spesialis Anak Konsultan Neurologi Anak RSCM, Prof. Dr. dr. Setyo Handryastuti menyebut hal itu dipastikan setelah melakukan wawancara klinis dan pemeriksaan penunjang berupa rekam gelombang otak atau elektroensefalografi (EEG).

"Yang jelas pada saat saya periksa saat ini, ananda (Febiona) ingatannya sangat baik, ya. Memori jangka pendek maupun jangka panjangnya. Dan juga pemeriksaan elektroensefalografi juga tidak menunjukkan gangguan apa pun," ujar Handry.

Terkait diagnosis masuk yang mencurigai adanya gangguan fungsi saraf pusat, Handry menegaskan bahwa hasil evaluasi menunjukkan tak ada masalah yang terdeteksi pada otak Febiona.

Menurutnya, diagnosis neurologis Febiona lebih mengarah pada kejadian yang menyerupai kejang, tetapi dipastikan bukan epilepsi.

"Diagnosis dari neurologi anak adalah paroksismal non-epileptiform event, ya. Jadi bahasa awamnya adalah suatu serangan tiba-tiba yang bukan merupakan suatu kejang sebetulnya, dan juga bukan problem organ dari otak itu sendiri," jelasnya.

TAK ADA GANGGUAN PSIKOTIK.

Selain pemeriksaan saraf, Febiona juga ditangani secara intensif oleh tim Departemen Psikiatri RSCM.

Sebelumnya, rujukan medis awal menduga Febiona mengalami kondisi psikotik yang membuatnya kesulitan membedakan realita dan fantasi pasca-insiden keracunan massal tersebut. [ * ]

 

 



Loading...

Akses petunjuk7.com Via Mobile m.petunjuk7.com
TULIS KOMENTAR
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Loading...
KABAR POPULER