Koordinator Aksi, Sutra Sembiring Saat Menyampaikan Orasinya di DPRD Sumut Petunjuk7.com, MEDAN [ Puluhan petani yang tergabung dalam Aliansi Petani Bawang Sumatera Utara (APBSU) menggelar aksi unjuk rasa di sejumlah titik di Kota Medan, Selasa (31/3/2025). Aksi yang dimulai sejak pagi hari ini diikuti oleh petani bawang merah dari Tanah Karo dan berbagai daerah lainnya. Massa terlebih dahulu mendatangi Kantor Gubernur Sumatera Utara, kemudian bergerak ke DPRD Sumut, sebelum akhirnya melanjutkan aksi ke Mapolda Sumut.
Dalam orasinya, para peserta aksi menyoroti maraknya peredaran bawang impor ilegal yang dinilai merusak harga pasar dan menekan kehidupan petani lokal. Koordinator sekaligus penanggung jawab aksi, Sutra Sembiring, menegaskan bahwa kondisi petani saat ini sudah berada di titik yang mengkhawatirkan.
“Kami turun hari ini karena kondisi sudah tidak bisa dibiarkan. Harga hancur akibat bawang impor ilegal, dan petani semakin tertekan. Ia juga mengungkapkan bahwa bawang ilegal yang beredar diduga berasal dari luar negeri, seperti India dan Thailand, yang masuk tanpa pengawasan ketat sehingga mengganggu stabilitas harga di tingkat petani.
Dalam aksi tersebut, massa menyampaikan sejumlah tuntutan kepada pemerintah, di antaranya:
1.Menghentikan peredaran bawang impor ilegal.
2.Menegakkan hukum terhadap pelaku tanpa kompromi
3.Memberikan perlindungan nyata kepada petani lokal
Di DPRD Sumut, aspirasi para petani diterima oleh anggota dewan, Gusmayadi, SE, Sekretaris Fraksi Gerindra. Ia menyampaikan bahwa seluruh tuntutan akan diteruskan kepada pimpinan dewan dan mendorong agar segera dilakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan menghadirkan instansi terkait. “Buat suratnya untuk melakukan RDP, lebih cepat lebih baik,” tegasnya.
Setelah dari DPRD Sumut, massa kemudian bergerak ke Mapolda Sumut untuk melaporkan secara resmi dugaan peredaran bawang impor ilegal tersebut, setelah sebelumnya juga menyampaikan aspirasi di Kantor Gubernur Sumatera Utara.
Aksi berlangsung tertib dan mendapat pengawalan dari aparat kepolisian. Usai menyampaikan aspirasi di seluruh titik aksi, para petani membubarkan diri dengan tertib dan kembali ke daerah masing-masing. [ * ]