Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi Revita Saat Memimpin Zoom Meeting dan Tatap Muka Petunjuk7.com, KARO [ Komandan Kodim (Dandim) 0205/TK Letkol Inf Robert Panjaitan yang diwakli Kasdim Mayor Cba J Siboro menghadiri kegiatan zoom meeting sekaligus tatap muka dengan Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi Revita. Kegiatan dilaksanakan di KDMP Desa Lausimomo Kecamatan Kabanjahe Kabupaten Karo, Selasa 3/3/2026.
Dalam kegiatan strategis ini, Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi Revita didampingi Aster Panglima TNI Mayjen Mochamad Syafei Kasno, Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara Joao Angelo De Sousa Moto, Jajaran Pangdam, Jajaran Korem dan Jajaran Kodim termasuk satuan-satuan kewilayahan yang menjadi lokasi pembangunan dan pengembangan Koperasi Merah Putih.
Dalam arahannya, Wakil Panglima TNI menekankan bahwa Koperasi Merah Putih merupakan program strategis nasional yang harus dikawal secara serius, agar mampu menjadi pilar ketahanan pangan dan penggerak ekonomi masyarakat di tingkat desa dan kelurahan.
“Koperasi Merah Putih bukan sekadar program, tetapi instrumen strategis negara untuk memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, TNI AD hadir untuk memastikan pelaksanaannya berjalan tepat sasaran, akuntabel, dan berkelanjutan,” tegas Jendral TNI Tandyo Budi Revita.
Ia juga menegaskan peran TNI AD sebagai pendamping dan pengawas, agar koperasi benar-benar dikelola secara profesional dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Melalui Zoom Meeting ini, kami ingin memastikan bahwa setiap koperasi tumbuh sehat, dikelola dengan baik, serta mampu menjadi motor penggerak ekonomi rakyat di wilayahnya masing-masing,” imbuhnya.
Sementara itu, Dandim 0205/TK Letkol Inf Robert Panjaitan melalui Kasdim Mayor Cba J Siboro menegaskan kesiapan jajarannya dalam mengawal dan mendukung penuh keberadaan Koperasi Merah Putih di wilayahnya.
“Kodim 0205/TK siap mengawal dan mendukung penuh Koperasi Merah Putih. Kami memastikan program ini tidak hanya berjalan secara administratif, tetapi benar-benar berdampak langsung pada penguatan ketahanan pangan dan peningkatan perekonomian masyarakat,” ujar Kasdim.
Kasdim menambahkan, keberhasilan program tersebut sangat bergantung pada sinergi lintas sektor antara TNI AD, pemerintah daerah, pemerintah desa, serta pengurus koperasi. "Kolaborasi yang solid menjadi kunci utama agar Koperasi Merah Putih dapat tumbuh mandiri, berdaya saing, dan berkelanjutan,” tutupnya.
Amatan wartawan, Ada beberapa poin penting terkait program KDKMP.
1.Tujuan Utama Menggerakkan ekonomi lokal, meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa dan memperkuat ketahanan pangan.
2.Distribusi Sembako Menyediakan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.
3.Pusat Pemasaran (Offtaker) Menampung produk pertanian, perkebunan, kerajinan, dan perikanan hasil desa.
4.Layanan Terpadu Menyediakan klinik/apotek desa dan layanan logistik.
5.Penyalur Bansos Menjadi agen penyalur bantuan pemerintah (BLT, PKH).
6.Penguatan Koperasi didorong menjadi entitas bisnis profesional yang modern dan mandiri.
7.Dukungan Program ini didukung oleh berbagai pihak, termasuk TNI untuk percepatan pembangunan, serta pendanaan melalui APBN, APBD dan Bank Himbara.
8.Dampak Terciptanya ribuan lapangan kerja baru di tingkat desa seperti admin, kasir dan pengemudi logLausimomo.
KDKMP yang telah mencapai progres 100% memiliki fasilitas terintegrasi, antara lain
1.Gerai Sembako Sebagai pusat distribusi untuk menekan inflasi pangan.
2.Gudang & Cold Storage Fasilitas penyimpanan hasil pertanian/perikanan.
3.Apotek Desa & Layanan Kesehatan Fasilitas penunjang kesehatan dasar.
4.Armada Distribusi Kendaraan pendukung operasional koperasi.
Poin-poin penting evaluasi pembangunan KDMP.
1.Presiden memimpin evaluasi nasional untuk memastikan KDKMP beroperasi profesional, bukan sekadar program pendukung. Beberapa titik pembangunan, seperti di Palembang, berhasil diselesaikan dalam 52 hari.
2.Kodim (Babinsa) aktif melakukan pengawasan langsung di lapangan untuk memastikan teknis dan administrasi berjalan sesuai target.
3.Skema penyiapan lahan menggunakan tanah carik desa, pemindahan lahan (ruislag), atau penggunaan aset Pemkab yang difasilitasi, terutama di area yang tidak memiliki lahan strategis.
4.Fokus pada pemberdayaan ekonomi masyarakat, memperkuat kompetensi pendamping, dan penguatan kelembagaan koperasi secara berkelanjutan.
5.KDKMP ditargetkan menjadi fondasi ekonomi rakyat, sehingga harus dikelola secara akuntabel dan memberikan manfaat langsung.
Laporan : Surbakti