• Follow Us On : 
Generasi Muda Sebagai Pemimpin Masa Depan Foto: Boby Irtanto:

Generasi Muda Sebagai Pemimpin Masa Depan

Sabtu, 12 Agustus 2017 - 17:56:31 WIB
Dibaca: 2678 kali 
Loading...

Peran pemuda dalam setiap episode sejarah kehidupan suatu bangsa telah terbukti nyata. Sejarah telah mencatat dengan tinta emas peran pemuda dalam proses perubahan suatu bangsa.

Bukan hanya sejarah bangsa modern namun bangsa-bangsa atau kaum terdahulu pun tidak terlepas dari kontribusi pemuda di dalamnya.

Dr. Yusuf Al-Qardhawi seorang ulama besar Indonesia berkata,“Apabila ingin melihat suatu negara di masa depan, maka lihatlah pemudanya hari ini.”

Hal ini menunjukkan bahwa generasi muda memiliki peranan besar dan penting bagi suatu bangsa. Terlebih di masa yang akan datang, kenapa? Karena generasi mudalah yang kelak akan menjadi pemimpin, yang akan meneruskan estafet sejarah kehidupan menggantikan para pemimpin yang telah menjadi tua.

Tentu tidak disangsikan lagi, begitu banyak peran pemuda bagi bangsa ini, bahkan bagi dunia. Sejarah telah mencatat, bagaiamana Sutan Syahrir berperan besar dalam sejarah kemerdakaan bangsa Indonesia.

Bagaimana Mark Zukerberg, Lary Page dan Sergey Brein yang begitu memiliki peranan besar dalam merubah peradaban dunia. Atau kisah pemuda Ibrahim yang berani memberontak dan bertindak revolusioner untuk memperbaiki tatanan sistem masyarakat yang sudah rusak.

Kisah Ash-habul Kahfi (para pemuda penghuni gua) adalah bukti nyata bahwa pemuda selalu punya peran dalam merubah kondisi suatu bangsa yang tertindas oleh kesewenang-wenangan penguasa.

Selain itu, para nabi dan rasul adalah contoh teladan peran pemuda dalam merubah suatu bangsa. Seperti yang dikatakan Michael H. Hart seorang penulis Barat terkenal, dalam bukunya “The 100 a Ranking of The Most Influential Persons in History” menuliskan bahwa Nabi Muhammad sebagai pemimpin yang paling berpengaruh di dunia.

Lantas pertanyaannya, generasi muda seperti apa yang ideal menjadi pemimpin masa depan?

Apakah semua anak yang disebut muda berdasarkan usia, seperti yang tertera dalam UU No. 40 tahun 2009 tentang kepemudaan, bahwa pemuda adalah warga negara Indonesia yang memasuki periode penting pertumbuhan dan perkembangan yang berusia 16 sampai 30 tahun.

Apakah hanya berdasarkan usia saja, atau ada penialain lain yang lebih signifikan dalam menunjukkan kriteria pemuda ideal untuk pemimpin bangsa di masa depan. Karena secara psikologis, usia 16–30 tahun adalah masa transisi seseorang dari kanak-kanak menuju kedewasaan.

Di mana sedang dalam pencarian jati diri, mengeksplor, dan mencari bekal yang berkualitas demi kehidupan di masa depan.

Selain itu pemuda juga memiliki sifat kritis atas hal-hal yang mereka temukan belum baik, karena sifat mereka yang peka dan revolusioner.

Dengan segala kelebihan yang dimiliki pemuda inilah yang menyebabkan pemuda menjadi harapan suatu bangsa agar menjadi bangsa yang lebih baik di masa yang akan datang.

Namun, sebagai manusia biasa, pemuda tetap memiliki sisi negatif. Misalnya, dari segi emosional, pemuda sangat berapi-api dan ingin mencoba sesuatu hal yang baru tanpa takut akan risiko sehingga mereka perlu dukungan dan arahan yang benar dari orang tua dan lingkungan sekitarnya.

Dari hal tersebut, tentu didapat bahwa pemuda yang berkualitas, pemuda yang memiliki daya saing adalah harapan besar untuk masa depan yang lebih baik. Pemuda yang memiliki pendidikan berkualitas dan mempunyai jiwa leadership.

Karena menjadi pemimpin bukanlah suatu hal yang mudah. Harus mampu memaksimalkan kemampuan, sikap, naluri dan ciri-ciri kepribadiannya sehingga mampu mendorong orang-orang yang dipimpinnya untuk dapat saling bekerja sama mencapai satu tujuan.

Untuk menjadikan pemuda ideal menjadi pemimpin yang berkualitas di masa depan, tentu diperlukan penunjang yang baik.

Seperti pendidikan yang mumpuni, juga aksesnya sehingga pemuda memiliki bekal yang cukup untuk membentuk karakter pemimpin yang ideal.

Namun sayangnya, untuk mencapai akses pendidikan yang dibutuhkan, terkadang masih menjadi kendala bagi beberapa kalangan. Hal ini disebabkan oleh banyak faktor, mulai dari akses, fasilitas hingga permasalahan ekonomi.
 

"Berikan aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya, berikan aku satu pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia”
(Bung Karno)

 

 

Penulis: Boby Irtanto.

- Mahasiswa Stara Dua di Universitas Trisakti,  Jakarta, Jurusan CRS. (Mahasiswa Kabupaten  Rokan Hulu, Propinsi Riau)

-Wasekjen PB HMI Dewan Pimpinan Pusat

 

 

 

 



Loading...

Akses petunjuk7.com Via Mobile m.petunjuk7.com
TULIS KOMENTAR
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Loading...
KABAR POPULER