MENU TUTUP

Cadangan Melimpah, Pemerintah Jamin Tak Impor Gas sampai 2019

Rabu, 22 November 2017 | 11:54:22 WIB Dibaca : 2750 Kali
Cadangan Melimpah, Pemerintah Jamin Tak Impor Gas sampai 2019 Kementerian Energi dan Sumber Daya Manusia (ESDM) memastikan pemerintah belum akan membuka keran impor gas pada tahun 2019 karena masih banyak cadangan gas. Foto:CNNindonesia.
Loading...

Jakarta - Kementerian Energi dan Sumber Daya Manusia (ESDM) memastikan pemerintah belum akan membuka keran impor gas pada tahun 2019 karena masih banyak cadangan gas yang belum terserap (uncomitted cargo) untuk PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) dalam dua tahun mendatang.

‎Wakil Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar mengatakan, peningkatan cadangan gas tersebut tak lepas dari sumur-sumur baru di dalam negeri yang mulai beroperasi.

‎"Ketika Masela mulai (berproduksi), kita punya uncommitted lebih banyak lagi," ujar Arcandra saat menghadiri Indonesia Gas and LNG Buyers Summit di Hotel Shangri-la Jakarta, Selasa (21/11).

Berdasarkan perhitungan Arcandra, tahun ini terdapat 40 uncomitted cargo. Namun demikian, Arcandra mengungkapkan sebagian besar uncomitted cargo telah terjual ke pembeli. Adapun total uncomitted cargo tahun depan masih dihitung.

Arcandra mengakui pertumbuhan industri gas, terlebih permintaan ekspor dan kebutuhan pipa gas, Liquified Natural Gas (LNG), Liquified Petroleum Gas (LPG), dan suplai listrik yang tengah menjanjikan akan mendongkrak peningkatan serapan gas domestik.

Di sisi lain, beroperasinya sumur produksi baru bakal menambah cadangan gas. Antara lain, lapangan Blok A Aceh dengan cadangan gas 563 miliar kaki kubik (BSCF) yang rencananya akan berproduki pada kuartal IV tahun ini. Kemudian, Lapangan‎ Jambaran Tiung Biru yang rencananya berproduksi pada 2020 sebanyak 127 juta kaki kubik per hari (MMCFD) dan memiliki cadangan 2,5 triliun kaki kubik (TCF). 

Selanjutnya, proyek kilang Tangguh Train 3 juga mulai beroperasi pada 2020 yang diprediksi menambah pasokan hingga 3,8 juta ton per tahun (MTPA) dan Masela dengan cadangan gas 10,73 TFC yang rencananya mulai berproduksi pada 2026.

Sebagai informasi, pertumbuhan kebutuhan gas sendiri terus meningkat selama periode 2003 hingga 2016, di mana rata-rata pertumbuhannya mencapai 93 persen. Sementara, alokasi domestik terus naik. Per semester I 2017, alokasi gas domestik mencapai 60,4 persen.


Sumber:CNNindonesia.com







Loading...
Berita Terkait +
Loading...
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

Diduga Dendam Lama, Dua Pria Sukanalu Tewas di Dusun Sagan Tanah, Danramil 04/SE: Jangan Mudah Terprovokasi

2

Bupati Karo Kunjungi Kementerian UMKM RI, Perkuat Sinkronisasi Program dan Jajaki Pembangunan PLUT UMKM

3

Kodim 0205/Tanah Karo Gelar Upacara Peringatan Hari Anak Nasional 2026, Teguhkan Komitmen Lindungi Generasi Penerus Bangsa

4

Pemkab Karo Bantah Tolak Pengalihan Lahan RSUD Kabanjahe, Tegaskan Masih Menunggu Aturan dan Rampungnya Rumah Sakit Baru

5

Pemerintah Desa Rumah Berastagi Ajak Masyarakat Bersihkan Saluran Air Dan Jangan Membuang Sampah Sembarangan