Pesantren Kilat di SMA Negeri 1 Simpang Empat Kabupaten Karo Petunjuk7.com, KARO [ Menyongsong bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, SMA Negeri 1 Simpang Empat secara resmi membuka kegiatan Pesantren Kilat (Sanlat) pada Jumat 27/2/2026. Bertempat di SMA Negeri 1 Desa Tigapancur Kec Simpang Empat Kabupaten Karo.
Hingga saat ini, rangkaian kegiatan telah berjalan dengan berbagai agenda keagamaan yang intensif. Para siswa terlibat aktif dalam pelaksanaan salat berjamaah, tadarus Al-Qur’an, zikir, serta kajian Islami.
Kajian Islami pada tahun ini menghadirkan narasumber yang kompeten di bidangnya. Materi pertama disampaikan oleh perwakilan KUA Kecamatan Simpang Empat. Acara pembukaan diawali dengan sesi tilawah bersama yang diikuti oleh seluruh siswa yang beragama Islam. Suasana khidmat menyelimuti area sekolah saat puluhan siswa melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur’an secara serentak sebelum memulai aktivitas pembelajaran agama.
Kepala SMAN 1 Simpang Empat, Felix Ekarista Spd,Ms, dalam sambutannya menekankan pentingnya keseimbangan antara kecerdasan intelektual dan kemantapan spiritual. Beliau berharap kegiatan ini menjadi momentum bagi siswa untuk melakukan refleksi diri.
”Pesantren Kilat ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan wadah bagi anak-anak kami untuk menanamkan nilai-nilai integritas dan kesabaran. Kami ingin lulusan SMAN 1 Simpang Empat tidak hanya unggul dalam nilai akademik, tetapi juga memiliki karakter yang kokoh dan berdaya guna bagi masyarakat,” ujar Felix Ekarista Spd, Ms di hadapan para peserta didik.
Ketua Panitia, Nursakinah Nasution Spd, ”Kami ingin memberikan bekal spiritual yang kuat bagi siswa kelas XII sebelum mereka menempuh jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Teknisnya, setiap kelas bertanggung jawab atas lima juz secara bergantian, sehingga secara kolektif kita dapat menyelesaikan 30 juz,” jelas Nursakinah.
Senada dengan hal tersebut, Anisa Br Tarigan, salah satu siswi perwakilan kelas XII, mengungkapkan antusiasmenya. Menurutnya, pembagian target khataman per kelas membuat motivasi mengaji menjadi lebih tinggi.
”Awalnya saya mengira akan berat, tetapi karena dikoordinasi dengan baik, kegiatannya jadi terasa ringan dan seru. Ini momen berharga bagi kami untuk fokus beribadah sekaligus memperbaiki akhlak sebelum lulus,” ungkap Anisa penuh semangat.
Melalui kegiatan ini, pihak sekolah berharap para siswa dapat mengimplementasikan nilai-nilai moral yang luhur dalam kehidupan sehari-hari. Kedisiplinan yang dilatih selama empat hari ini diharapkan menjadi kebiasaan positif yang terus berlanjut bahkan setelah bulan Ramadhan usai.
Laporan : Surbakti