MENU TUTUP

Badan Pengawas Media Rusia Peringatkan Facebook dan Twitter

Senin, 21 Januari 2019 | 23:37:17 WIB Dibaca : 678 Kali
Badan Pengawas Media Rusia Peringatkan Facebook dan Twitter Ilustrasi. Foto: Pixabay.com
Loading...

Petunjuk7.com - Badan pengawas komunikasi Rusia, Roskomnadzor, Senin (21/1/2019) membuka “proses administrasi” terhadap Facebook dan Twitter karena tuduhan ketidakpatuhan terhadap undang-undang data negara. Demikian seperti dilaporkan oleh kantor berita Interfax.

Kepala Roskomnadzor, Alexander Zharov, mengatakan bahwa kedua raksasa media sosial Amerika itu memiliki waktu satu bulan untuk mematuhi undang-undang tersebut atau menghadapi proses hukum.

Menurut Roskomnadzor, Facebook dan Twitter belum menjelaskan bagaimana dan kapan akan mematuhi undang-undang yang mengharuskan semua server yang digunakan untuk menyimpan data pribadi warga Rusia berada di wilayah Rusia.

Rusia telah mengeluarkan undang-undang lebih keras terkait penggunaan Internet dalam lima tahun terakhir, di antaranya yang mengharuskan mesin pencari untuk berbagi kunci enkripsi dengan dinas keamanan Rusia.

Pada bulan April tahun lalu, ribuan orang berunjuk rasa di Moskow untuk mendukung kebebasan menggunakan Internet setelah pihak berwenang Rusia berusaha memblokir akses ke aplikasi Telegram, yang populer untuk mengirim dan menerima pesan.

Telegram telah menolak memberi dinas intelijen negara akses ke percakapan pribadi yang biasanya dienkripsi. 

Sumber:Voaindonesia.com
Editor:Hap

Loading...
Berita Terkait +
Loading...
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1
Bumi Turang

Laka lantas di Desa Ndokum Siroga - Desa Gajah, Arkanda Sitepu Tewas Ditempat

2
Bumi Turang

Geledah Badan, Di Kantong Celana Mahasiswa Ini Didapat Polsek Tigabinanga Narkotika Sabu

3
Bumi Turang

Dinas Sosial Karo Batalkan Usulan Santunan Korban Meninggal Covid-19 Untuk Ahli Waris

4
Bumi Turang

Diduga Dibunuh, Tim Basarnas Medan Evakuasi Sesosok Mayat Didalam Jurang di Merek

5
Bumi Turang

Dinas Pertanian Karo: Kerugian Dampak Awan Panas Gunung Sinabung Rp 29 Miliar