MENU TUTUP

Soal BPIP, Ini Penjelasan Peneliti IPI

Rabu, 30 Mei 2018 | 09:34:33 WIB Dibaca : 2321 Kali
Soal BPIP, Ini Penjelasan Peneliti IPI Dr Jerry Massie Ph.D
Loading...

Petunjuk7.com - Peneliti Kebijakan Publik dari The Indonesia Public Institute (IPI), Jerry Massie menilai posisi Megawati Soekarno putri di Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) bisa diserahkan kepada tokoh yang lebih senior.

"Bagi saya masih ada yang lebih senior yang menempati posisi Megawati misalkan Jimly Asshiddiqie, Mahmud MD dan lainnya," kata Jerry dalam rilisnya Rabu (30/5) di Jakarta.

Menurutnya, Megawati sebaiknya fokus saja pada tugasnya sebagai Ketua Partai.

"Megawati bagi saya fokus saja sebagai Ketua Partai, karena ini bisa menggangu kinerja nantinya," ujar Jerry.

Dikatakannya, untuk gaji yang mencapai Rp112 juta sebetulnya presiden harus mampu menghemat budgeting atau anggaran negara, dimana Indonesia saat ini mengalami economic crisis ditambah lagi utang semakin 'membengkak' sudah mencapai Rp5000 triliun.

"Bisa kan menghemat anggaran belum lagi 35,67 triliun anggaran Tunjangan Hari Raya (THR) bagi ASN dan lainnya," tutur dia.

Jerry pun meminta pemerintah untuk tidak terlalu memberatkan negara, tetapi memanfaatkan keuangan APBN Rp2220 trilun dengan baik dan bijak.

Memang, kata dia, presiden juga seyogianya melihat lembaga-lembaga yang punya peran dan mana yang 'mandul'.

Contohnya, papar Jerry, badan cyber sampai kini kinerja masih belum optimal atau memuaskan. Pasalnya mereka di gaji negara.

"Salary seorang pejabat negara harus ada ukurannya measurable and achiavable. Jangan hanya wasting money tapi spending money and spending time harus balace".

Sudah saatnya, lanjutnya, selling human resource atau menjual produk manusia di luar biar ada pemasukan ke kas negara.

Dan juga terangnya, ada badan dan lembaga yang sudah tak ada fungsinya perlu di bubarkan. Sebagai contoh; Inspektorat di daerah-daerah perlu di kaji lagi.

"Karena saya menilai kurang bermanfaat dan relevan," sebutnya.

"Jadi jangan dulu menaikan gaji para pejabat negara seperti Megawati, kita hemat anggaran negara lebih baik. Menariknya gaji Mega melampui gaji presiden Rp 30 juta di tambah tunjangan Rp 32,5 juta. Kebijakan presiden jelang pilpres perlu hati-hati. Pasalnya lawan politik akan menyerang dia dengan propaganda," tandas dia. (Rilis).

Loading...
Berita Terkait +
Loading...
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

Diduga Dendam Lama, Dua Pria Sukanalu Tewas di Dusun Sagan Tanah, Danramil 04/SE: Jangan Mudah Terprovokasi

2

Bupati Karo Kunjungi Kementerian UMKM RI, Perkuat Sinkronisasi Program dan Jajaki Pembangunan PLUT UMKM

3

Kodim 0205/Tanah Karo Gelar Upacara Peringatan Hari Anak Nasional 2026, Teguhkan Komitmen Lindungi Generasi Penerus Bangsa

4

Pemkab Karo Bantah Tolak Pengalihan Lahan RSUD Kabanjahe, Tegaskan Masih Menunggu Aturan dan Rampungnya Rumah Sakit Baru

5

Pemerintah Desa Rumah Berastagi Ajak Masyarakat Bersihkan Saluran Air Dan Jangan Membuang Sampah Sembarangan