MENU TUTUP

Dituding Rusak Produsen, Pengadilan AS Hukum Perusahaan China atas Pencurian Rahasia Dagang

Kamis, 25 Januari 2018 | 20:48:19 WIB Dibaca : 2599 Kali
Dituding Rusak Produsen, Pengadilan AS Hukum Perusahaan China atas Pencurian Rahasia Dagang Ilustrasi. Foto:Tedthomas.com
Loading...

Pekanbaru, petunjuk7.com - Panel juri pengadilan federal di Wisconsin, Rabu (24/1), menghukum perusahaan turbin angin China, Sinovel Wind Group, karena mencuri rahasia dagang yang hampir merusak sebuah produsen Amerika.

“Pencurian gagasan dan inovasi bukan lagi sekedar pertikaian bisnis. Ini merupakan kejahatan dan akan dituntut sebagai tindak pidana,” kata Jaksa Amerika, Scott Blader.

Menurut kasus tuntutan pemerintah terhadap Sinovel, perusahaan itu memiliki kontrak senilai 800 juta dolar untuk produk dan jasa dari American Superconductor atau AMSC yang berbasis di Wisconsin.

Kata Blader, Sinovel berkomplot pada 2011 dengan dua manajer perusahaan itu dan mantan karyawan AMSC untuk mencuri teknologi turbin angin dan rahasia dagang milik AMSC dengan menggunakan komputer di Austria. Teknologi itu kemudian dipasang pada turbin Sinovel.

Sinovel tidak pernah membayar 800 juta dolar itu kepada AMSC.

Penuntut federal mengatakan kejahatan yang dilakukan Sinovel sangat merugikan AMSC. Investor menjual saham AMSC bernilai 1 miliar dolar dan sekitar 700 pekerja kehilangan pekerjaan mereka.

Hukuman untuk Sinovel akan diputuskan pada Juni. 

Sumber: Voaindonesia.com




Loading...
Berita Terkait +
Loading...
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

Babinsa Koramil 03/Berastagi Sosialisasi dan Pasang Benner Penerimaan Prajurit TNI AD

2

Adanya Laporan Masyarakat Tentang Barak Judi Dan Narkoba Di Perladangan Sukatendel, Polres Karo Langsung Terjun

3

Ribuan Guru Desak Pemkab Karo Segera Bayarkan Tunjangan Profesi Guru Tahun 2025

4

Dua Pria Dibekuk Polsek Berastagi Di Bioskop Ria Karena Diduga Memiliki 13 Paket Sabu

5

Tingkatkan PAD dan Kelancaran Lalu Lintas, Pemerintah Kabupaten Karo Optimalkan Gate Parkir Otomatis di Open Stage Berastagi