MENU TUTUP

Pelanggaran HAM, Yaman Akan Selidiki Interogasi oleh Uni Emirat Arab dan AS

Ahad, 25 Juni 2017 | 11:58:50 WIB Dibaca : 2582 Kali
Pelanggaran HAM, Yaman Akan Selidiki  Interogasi oleh Uni Emirat Arab dan AS Pintu masuk Penjara Pusat Aden, di Yaman di mana salah satu sayapnya dioperasikan oleh sekutu Yaman di Uni Emirat Arab untuk menahan tersangka al-Qaida, 9 Mei 2017. Foto:voaindonesia
Loading...

Yaman -Pemerintah Yaman yang diakui dunia internasional hari Sabtu (14/6) memerintahkan pembentukan komite untuk menyelidiki tuduhan-tuduhan pelanggaran HAM pasca beredarnya laporan bahwa petugas-petugas militer Amerika yang bekerjasama dengan Uni Emirat Arab untuk melakukan interogasi, telah menganiaya para tahanan di Yaman.

Salinan perintah yang dikeluarkan oleh Perdana Menteri Ahmed Obaid bin Daghr dan diperoleh Associated Press, menunjukkan bahwa penyelidikan itu akan memusatkan perhatian pada daerah-daerah yang sebelumnya dikuasai pemberontak Houthi-Syiah dan sekutu-sekutu mereka, tetapi kemudian berhasil direbut pasukan pemerintah.

Komite yang beranggotakan empat orang itu akan dipimpin oleh Menteri Kehakiman Jamal Mohamed Omar dan mencakup wakil-wakil dari Kementerian Hak Asasi Manusia, badan keamanan dan penuntut umum. Komite ini akan segera mulai bekerja dan memiliki waktu 15 hari untuk menyelesaikan penyelidikan, dan melaporkan kembali pada Perdana Menteri Daghr.

Laporan tentang penganiayaan itu dilaporkan Associated Press hari Kamis (22/6). Penyelidikan yang dilakukan Associated Press merinci jaringan penjara rahasia di sepanjang bagian selatan Yaman, dimana ratusan orang ditangkap dan ditahan dalam operasi memburu militan Al Qaeda. Pejabat-pejabat penegak hukum Amerika mengatakan Amerika telah menginterogasi sejumlah tahanan di Yaman, tetapi menyangkal ikut melakukan pelanggaran HAM.

Beberapa pejabat pertahanan mengatakan pada Associated Press bahwa departemen itu telah mengkaji laporan tentang penyiksaan itu dan menyimpulkan bahwa personil mereka tidak terlibat dalam pelanggaran apapun.

Pejabat-pejabat Amerika mengukuhkan bahwa Amerika menyediakan daftar pernyataan kepada petugas-petugas Uni Emirat Arab dan menerima transkrip interogasi tersebut. Ditambahkan bahwa Amerika juga menyediakan informasi pada Uni Emirat Arab tentang tersangka militan Al Qaeda yang diyakini harus ditangkap atau diinterogasi.(voaindonesia).

Loading...
Berita Terkait +
Loading...
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

Diduga Dendam Lama, Dua Pria Sukanalu Tewas di Dusun Sagan Tanah, Danramil 04/SE: Jangan Mudah Terprovokasi

2

Bupati Karo Kunjungi Kementerian UMKM RI, Perkuat Sinkronisasi Program dan Jajaki Pembangunan PLUT UMKM

3

Kodim 0205/Tanah Karo Gelar Upacara Peringatan Hari Anak Nasional 2026, Teguhkan Komitmen Lindungi Generasi Penerus Bangsa

4

Pemkab Karo Bantah Tolak Pengalihan Lahan RSUD Kabanjahe, Tegaskan Masih Menunggu Aturan dan Rampungnya Rumah Sakit Baru

5

Pemerintah Desa Rumah Berastagi Ajak Masyarakat Bersihkan Saluran Air Dan Jangan Membuang Sampah Sembarangan