MENU TUTUP

Usia Penderita 23 - 45 Tahun, Jumlah Penularan HIV/AIDS di Pidie Meningkat

Ahad, 12 November 2017 | 23:09:55 WIB Dibaca : 2371 Kali
Usia Penderita 23 - 45 Tahun, Jumlah Penularan HIV/AIDS di Pidie Meningkat Ilustrasi.Foto: Pontianakpost
Loading...

Aceh - Penularan penyakit mematikan HIV/AIDS di Kabupaten Pidie, Provinsi Aceh, semakin tidak terbendung. Setiap tahun, kasus virus mematikan itu terus bertambah dan semakin dikhawatirkan.

Berdasarkan data yang diperoleh Media Indonesia dari Dinas Kesehatan Kabupaten Pidie, jumlah penderita HIV/AIDS di kawasan pesisir Selat Malaka tersebut sudah mencapai 37 orang. Temuan itu dalam rentang waktu 9 tahun terakhir, yaitu sejak 2008 hingga Oktober 2017.

Peningkatan kasus per tahun itu semakin meningkat tajam bila dibandingkan dengan 2008 yang hanya ditemukan 1 kasus dan pada 2017 hingga Oktober sudah ditemukan 7 orang.

Lebih parah lagi, para penderita virus mematikan itu masih usia produktif yakni dari dari umur 23 hingga 45 tahun.

Dari 37 penderita HIV/AIDS yang ditemukan tersebut, sebanyak 18 orang dinyatakan telah meninggal dunia, 5 tidak diketahui lagi keberadaannya (kabur), dan 14 masih hidup. Mereka yang masih hidup selalu dalam pengawasan petugas medis Dinas Kesehatan Pidie.

"Kalau mereka yang kabur mungkin karena faktor sosial masyarakat atau tidak percaya diri sehingga hijrah dari kampung halamannya. Mudah-mudahan mereka bisa menjaga diri dan menyayangi orang lain" kata Turno Junaidi, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Pidie kepada Media Indonesia, Minggu (12/11).

Dikatakan Turno, urutan paling banyak ialah kaum laki-laki dan yang kedua ibu rumah tangga. Adapun hasil wawancara petugas medis dengan penderita HIV/AIDS, penyebabnya paling banyak karena gonta-ganti pasangan atau sek bebass dan jarum sintik narkoba.

Diketahui seseorang mengidap virus berbahaya itu biasanya saat penderita mendatangi rumah sakit karena ada keperluan kesehatan lainnya atau ketika transfusi darah.

"Kasus HIV/AIDS seperti fenomena gunung es di tengah laut, hanya sebagian kecil puncaknya dapat terlihat ke permukaan, padahal lebih banyak lagi tidak terdeteksi. Berdasarkan teori analisa, dari satu kasus yang terungkap, perbandingannya ada seratus lagi tidak diketahui," jelas Turno.

Sumber:Mediaindonesia.com

Loading...
Berita Terkait +
Loading...
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

Babinsa Koramil 03/Berastagi Sosialisasi dan Pasang Benner Penerimaan Prajurit TNI AD

2

Adanya Laporan Masyarakat Tentang Barak Judi Dan Narkoba Di Perladangan Sukatendel, Polres Karo Langsung Terjun

3

Ribuan Guru Desak Pemkab Karo Segera Bayarkan Tunjangan Profesi Guru Tahun 2025

4

Dua Pria Dibekuk Polsek Berastagi Di Bioskop Ria Karena Diduga Memiliki 13 Paket Sabu

5

Tingkatkan PAD dan Kelancaran Lalu Lintas, Pemerintah Kabupaten Karo Optimalkan Gate Parkir Otomatis di Open Stage Berastagi