MENU TUTUP

Tiga Faktor Penentu Kelulusan SNMPTN

Rabu, 26 April 2017 | 16:42:09 WIB Dibaca : 3471 Kali
Tiga Faktor Penentu Kelulusan SNMPTN Foto:edupost.co
Loading...

Jakarta - Panitia Pusat Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) menggunakan tiga faktor penting dalam menilai siswa untuk lulus masuk ke PTN.  Ketiga faktor itu yakni nilai rapor siswa selama duduk di sekolah menengah atas atau kejuruan, nilai ujian nasional, dan hasil verifikasi Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS).

Jika satu dari tiga elemen tersebut tidak dipenuhi, kemungkinan siswa untuk lulus SNMPTN cukup kecil. Kepala Pusat Penilaian Pendidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Nizam menyatakan, nilai Ujian Nasional juga menjadi rujukan bagi kampus yang menggelar Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN).

Karena itu, walaupun Ujian Nasional sudah tidak dipakai untuk menentukan kelulusan siswa, nilai Ujian Nasional berkontribusi penting untuk penerimaan ke jenjang pendidikan tinggi. Nilai UN sudah disinkroniasi dengan hasil SNMPTN.

Ketua Panitia Pusat SNMPTN/SBMPTN Ravik Karsidi menegaskan, siswa yang mendapat peluang besar untuk lulus SNMPTN adalah mereka yang mengikuti Ujian Nasional. Sekolah yang tidak lolos verifikasi PDSS bisa menganjurkan siswa-siswinya untuk ikut SBMPTN. Pengumuman kelulusan SNMPTN dilakukan serentak pada pukul 14.00 di situs resmi panitia, (26 April 2017).

Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemenristekdikti Intan Ahmad mengatakan, nilai hasil ujian SBMPTN bisa dipergunakan untuk perekrutan jalur seleksi mandiri. Dengan demikian, pihak kampus tak perlu menggelar tes tertulis. Metode tersebut sesuai dengan Peraturan Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Nomor 126/2016 tentang Penerimaan Mahasiswa Baru Program Sarjana pada Perguruan Tinggi Negeri.

Pada tahun ini, ada beberapa perguruan tinggi yang tetap menggelar seleksi mandiri. Di antaranya, Universitas Diponegoro dan Universitas Gadjah Mada. Namun, perguruan tinggi seperti Universitas Padjadjaran, Universitas Indonesia, dan Institut Teknologi Bandung hanya menggelar SBMPTN dan SNMPTN. PTN yang menyelenggarakan seleksi mandiri tidak boleh melebihi 30 persen kuota dari setiap program studi.(edupost.co).

Loading...
Berita Terkait +
Loading...
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

Diduga Dendam Lama, Dua Pria Sukanalu Tewas di Dusun Sagan Tanah, Danramil 04/SE: Jangan Mudah Terprovokasi

2

Bupati Karo Kunjungi Kementerian UMKM RI, Perkuat Sinkronisasi Program dan Jajaki Pembangunan PLUT UMKM

3

Kodim 0205/Tanah Karo Gelar Upacara Peringatan Hari Anak Nasional 2026, Teguhkan Komitmen Lindungi Generasi Penerus Bangsa

4

Pemkab Karo Bantah Tolak Pengalihan Lahan RSUD Kabanjahe, Tegaskan Masih Menunggu Aturan dan Rampungnya Rumah Sakit Baru

5

Pemerintah Desa Rumah Berastagi Ajak Masyarakat Bersihkan Saluran Air Dan Jangan Membuang Sampah Sembarangan