• Follow Us On : 
BRG Kick-Off Restorasi Gambut di Dumai Lahan gambut. Foto:Liputan6.com

BRG Kick-Off Restorasi Gambut di Dumai

Sabtu, 22 September 2018 - 22:55:00 WIB
Dibaca: 1050 kali 
Loading...

Petunjuk7.com - Kepala Badan Restorasi Gambut (BRG) RI Nazier Foead resmikan kick-off kegiatan restorasi gambut bersama masyarakat di Kota Dumai untuk memfasilitasi keinginan masyarakat dalam partisipas dam diskusi umum memantau kemajuan kegiatan pemulihan gambut pada 2018.

Kick-Off restorasi gambut berlangsung di Kantor Camat Medang Kampai ini sejalan dengan pembentukan Badan Restorasi Gambut RI pada tahun 2016 oleh Presiden Joko Widodo, Pemerintah Provinsi Riau juga berkomitmen untuk mendukung kegiatan Badan Restorasi Gambut RI.

Sebagai salah satu dari tujuh provinsi prioritas restorasi gambut, Pemprov Riau telah menandatangani nota kesepahaman dengan BRG tentang perencanaan dan pelaksanaan restorasi gambut di Provinsi Riau pada 14 Juli 2018 di Pekanbaru.

"Pada 2017, kegiatan restorasi gambut di provinsi riau dilaksanakan di delapan kesatuan hidrologis gambut di delapan kabupaten dan satu kotamadya yaitu dumai," kata Nazir.

Menurutnya, kegiatan restorasi gambut di Provinsi Riau melibatkan 423 kelompok masyarakat, pada 2017 telah dilaksanakan pembangunan sumur bor sebanyak 400 buah, dan di Kota Dumai dibangun sebanyak 41 sekat kanal di Kecamatan Medang Kampai, yakni di Desa Mundam, Pelintung, danTeluk Makmur.

Kemudian, pda Tahun 2018 ini, anggaran kegiatan fisik restorasi gambut adalah sebesar Rp 34,2 miliar untuk mendukung kegiatan restorasi gambut di Bengkalis, Siak, Indragiri Hilir, Kepulauan Meranti, Kampar, Kepulauan Meranti, Bengkalis, dan Kota Dumai.

"Dumai dianggarkan Rp 1.5 miliar untuk pembangunan 47 sekat kanal dan Rp 800 juta untuk kegiatan revitalisasi sosial ekonomi masyarakat, atau total anggaran untuk kegiatan fisik restorasi 2018 Rp 2,3 miliar," sebutnya.

Kegiatan restorasi gambut yang sudah terlaksana sampai sejauh ini di Dumai dan provinsi Riau adalah berkat dukungan dan pelibatan masyarakat, karena itu, penyelenggaraan seluruh kegiatan restorasi gambut di Provinsi Riau sepenuhnya melibatkan kelompok masyarakat.

Masyarakat menjadi ujung tombak kegiatan restorasi gambut di tingkat lapangan, dan berperan sebagai garda terdepan dalam upaya pencegahan kebakaran lahan gambut. 

Agar tidak terjadi kebakaran lahan gambut, gambut perlu dijaga agar tetap basah dan praktik pembukaan lahan tanpa bakar untuk kegiatan pertanian maupun perkebunan harus terus dilaksanakan secara bertanggung jawab dan berkelanjutan. (Rij/MCR).



Loading...

Akses petunjuk7.com Via Mobile m.petunjuk7.com
TULIS KOMENTAR
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Loading...
KABAR POPULER