MENU TUTUP

Kemenangan Trump, Google Bongkar Jaringan Kampanye Rusia saat Pilpres AS

Selasa, 10 Oktober 2017 | 22:32:21 WIB Dibaca : 2275 Kali
Kemenangan Trump, Google  Bongkar Jaringan Kampanye Rusia saat Pilpres AS Foto:BBCindonesia
Loading...

Google menemukan sejumlah bukti bahwa agen Rusia menghabiskan puluhan ribu dolar untuk memasang iklan. Tujuannya untuk mempengaruhi dan menggoyang persepsi publik pada pemilihan presiden Amerika 2016 silam.

Seorang sumber yang dikutip Washington Post menyebutkan sejumlah iklan sengaja disebar untuk mengacaukan informasi di berbagai produk Google, seperti YouTube dan Gmail. Diduga pelakunya tidak sama dengan pihak uang terkait Kremlin yang memasang iklan di Facebook.

Google sendiri menyatakan sedang melakukan penyelidikan terkait hal tersebut. Salah satu caranya, ungkap seorang sumber, adalah dengan menyisir sekelompok pengiklan yang mengeluarkan biaya di bawah 100 ribu dolar

"Kami sudah menetapkan kebijakan iklan yang ketat, termasuk membatasi iklan politik terararh dan melarang iklan terarah yang berdasar ras dan agama. Kami sedang menyelidiki upaya mengelabui sistem kami, dengan bekerja sama dengan para peneliti dan perusahaan lainnya," tulis pernyataan resmi Google.

Awal pekan ini, Microsoft juga menelisik apakah iklan terkait pemilihan presiden Amerika sudah dibeli oleh orang Rusia di mesin pencari Bing mereka. Juru bicara Microsoft kepada Reuters menyatakan belum bisa membagikan informasinya untuk publik.

Pada bulan September, Facebook berhasil mengungkap kampanye yang dananya berasal dari Rusia.

Kampanye itu berisikan pesan-pesan dalam jaringan Facebook yang memecah belah secara sosial dan politik. Total biaya iklannya $100 ribu dolar (Rp1,3 miliar) yang digunakan untuk 3.000 slot iklan periode 2016 hingga Mei 2017.

Intelijen Amerika sendiri sejak awal tahun ini sudah menyampaikan kesimpulan penyelidikan mereka bahwa Rusia berusaha mempengaruhi pemilihan presiden Amerika. Upaya-upaya itu diketahui untuk memenangkan Donald Trump yang berhadapan dengan Hillary Clinton.

Kasus ini sedang diselidiki oleh komite Kongres dan Departemen Kehakiman AS. Di sisi lain, pemerintah Rusia dan Presiden AS Donald Trump membantah semua tuduhan.

Sumbe:BBCindonesia.com

Loading...
Berita Terkait +
Loading...
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

Diduga Dendam Lama, Dua Pria Sukanalu Tewas di Dusun Sagan Tanah, Danramil 04/SE: Jangan Mudah Terprovokasi

2

Bupati Karo Kunjungi Kementerian UMKM RI, Perkuat Sinkronisasi Program dan Jajaki Pembangunan PLUT UMKM

3

Kodim 0205/Tanah Karo Gelar Upacara Peringatan Hari Anak Nasional 2026, Teguhkan Komitmen Lindungi Generasi Penerus Bangsa

4

Pemkab Karo Bantah Tolak Pengalihan Lahan RSUD Kabanjahe, Tegaskan Masih Menunggu Aturan dan Rampungnya Rumah Sakit Baru

5

Pemerintah Desa Rumah Berastagi Ajak Masyarakat Bersihkan Saluran Air Dan Jangan Membuang Sampah Sembarangan