MENU TUTUP

Pijar Melayu Minta Para Cukong Perambah Hutan Lindung Bukit Batabuh Diusut Tuntas

Selasa, 03 Oktober 2017 | 09:31:22 WIB Dibaca : 3199 Kali
Pijar Melayu Minta Para Cukong Perambah Hutan Lindung Bukit Batabuh Diusut Tuntas Rocky Ramadani, SP.Foto:Endri.L
Loading...

Pekanbaru - Direktur Eksekutif Pusat Ilmu dan Jaringan Rakyat (Pijar) Melayu, Rocky Ramadani, SP., meminta para pelaku yang merambah hutan dan menyerobot lahan di Desa Air Buluh Kecamatan Kuantan Mudik, Kabupaten Kuantan Singingi, Riau diusut tuntas dan harus menjadi perhatian khusus dari Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Pemerintah Propinsi Riau dan instansi terkait.

Sebab, ungkap Rocky karena perambahan tersebut, diduga dilakukan oleh cukong asal Timpeh, Propinsi Sumatera Barat, yang telah melewati tapal batas wilayah antara Provinsi Riau dengan Sumatra Barat. Apalagi, disana ada hutan Lindung Bukit Betabuh.

"Saya kecewa dengan dugaan penyerobotan lahan yang terjadi di Desa Air Buluh. Harusnya semua stakeholder ikut mencari solusi terkait dugaan perambahan ini," ungkap Rocky kepada www.petunjuk7.com, Senin (2/9).

Rocky menegaskan bahwa semua pihak harus bertanggungjawab untuk mengatasi persoalan tersebut. Karena tutur Rocky, ini menyangkut marwah Kabupaten Kuantan serta marwah Provinsi Riau.

"Apalagi mereka diduga merambah dalam kawasan blok inti hutan Lindung Bukit Betabuh," ungkap Rocky.

Pijar Melayu sebagai kelompok kajian strategis melihat bahwa Pemerintah Kabupaten Kuansing dan Povinsi Riau terkesan lamban dalam mengatasi persoalan yang terjadi.

"Saya minta Dinas Kehutanan Provinsi Riau, BPN Provinsi Riau dan Polda Riau mengusut tuntas dugaan perambahan di Desa Air Buluh. Karena jika tidak cepat diselesaikan dikhawatirkan akan memicu konflik lebih besar antar Propinsi," imbau Rocky.

Menurut Rocky, dugaan penyerobotan lahan tersebut telah berlangsung lama di perbatasan Propinsi Riau dan Propinsi Sumatera Barat.

Sehingga jelas Rocky yang semestinya Pemerintah Propinsi Riau ikut andil dalam menyelesaikan persoalan dugaan perambahan hutan oleh oknum pengusaha asal Sumbar.

"Saya minta Gubernur Riau menjadikan persoalan ini sebagai prioritas untuk diselesaikan, " pinta Rokcy.

"Kedepan saya berharap agar Pemerintah Propinsi Riau memberikan anggaran lebih besar untuk menjaga kelestarian hutan Lindung yang ada di Provinsi Riau. Sehingga lebih ditingkatkan patroli ke wilayah - wilayah perbatasan," tandas Rocky. (Endri.L)

 

Loading...
Berita Terkait +
Loading...
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

Diduga Dendam Lama, Dua Pria Sukanalu Tewas di Dusun Sagan Tanah, Danramil 04/SE: Jangan Mudah Terprovokasi

2

Bupati Karo Kunjungi Kementerian UMKM RI, Perkuat Sinkronisasi Program dan Jajaki Pembangunan PLUT UMKM

3

Kodim 0205/Tanah Karo Gelar Upacara Peringatan Hari Anak Nasional 2026, Teguhkan Komitmen Lindungi Generasi Penerus Bangsa

4

Pemkab Karo Bantah Tolak Pengalihan Lahan RSUD Kabanjahe, Tegaskan Masih Menunggu Aturan dan Rampungnya Rumah Sakit Baru

5

Pemerintah Desa Rumah Berastagi Ajak Masyarakat Bersihkan Saluran Air Dan Jangan Membuang Sampah Sembarangan