MENU TUTUP

Berhasil Rebut Blok Rokan dan Mahakam, Jokowi: Masih Saja Nuduh Antek Asing

Sabtu, 15 Desember 2018 | 20:22:31 WIB Dibaca : 2057 Kali
Berhasil Rebut Blok Rokan dan Mahakam, Jokowi: Masih Saja Nuduh Antek Asing Foto:MC Riau
Loading...

Petunjuk7.com - Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi) mengaku heran dengan pihak-pihak yang tidak henti-hentinya menunjukan fitnah terhadap dirinya. Khususnya, terkait fitnah sebagai antek-antek asing.

Jokowi mengatakan, bahwa pemerintah pusat telah berusaha keras untuk merebut ladang-ladang minyak yang dikuasai asing, seperti Blok Mahakam dan Blok Rokan.

Di mana, Blok Mahakam yang selama ini dikelola Prancis dan Jepang dan Blok Rokan yang dikelola perusahaan asal Amerika Serikat puluhan tahun telah diserahkan 100 persen ke Pertamina.

Dalam alih kelola tersebut, daerah setempat juga ditentukan memperoleh 10 persen participating interest dan peluang untuk mendapatkan persentase lebih melalui mekanisme bussisness to business.

"Begitu saja masih banyak yang nuduh-nuduh, Jokowi antek asing. Saya tanya sekarang, antek asing mana. Saya sudah sabar-sabar yo sabar," kata Jokowi yang baru saja menerima gelar adat Datuk Seri Setia Amanah Negara dari LAM Riau ini, Sabtu (15/12/2018) di Pekanbaru.

Kendati demikian, ia sendiri menyadari untuk menuntaskan tugas-tugas penting seperti itu memang tidak lah mudah.

"Pekerjaan besar seperti itu, banyak yang tidak senang, saya tahu ini," tuturnya. (Rij/MCR)

Loading...
Berita Terkait +
Loading...
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

Babinsa Koramil 03/Berastagi Sosialisasi dan Pasang Benner Penerimaan Prajurit TNI AD

2

Adanya Laporan Masyarakat Tentang Barak Judi Dan Narkoba Di Perladangan Sukatendel, Polres Karo Langsung Terjun

3

Ribuan Guru Desak Pemkab Karo Segera Bayarkan Tunjangan Profesi Guru Tahun 2025

4

Dua Pria Dibekuk Polsek Berastagi Di Bioskop Ria Karena Diduga Memiliki 13 Paket Sabu

5

Tingkatkan PAD dan Kelancaran Lalu Lintas, Pemerintah Kabupaten Karo Optimalkan Gate Parkir Otomatis di Open Stage Berastagi