MENU TUTUP

Tragis, Orangutan Mati Dibantai Tembakan 17 Peluru dan Tebasan Senjata Tajam

Sabtu, 20 Januari 2018 | 02:37:38 WIB Dibaca : 4061 Kali
Tragis, Orangutan Mati Dibantai Tembakan 17 Peluru dan Tebasan Senjata Tajam Bangkai orangutan di Kalteng. Foto: Merdeka.com.
Loading...

Kalimantan Tengah - Orangutan Kalimantan Tengah (Pongo Pygmaeus Rumbii) yang ditemukan mati tanpa kepala, Sungai Kalahien Buntok, Barito Selatan, Kalimantan Tengah, Selasa (15/1) lalu, diduga kuat akibat tembakan senapan angin. Selain itu, di badannya juga ditemukan sejumlah luka tebasan senjata tajam.

Autopsi dilakukan Kamis (18/1) kemarin oleh tim forensik Polda Kalimantan Tengah, dokter dari Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF) dan dari Centre for Orangutan Protection (COP) juga BKSDA Kalteng. Tujuannya untuk memastikan penyebab kematian Orangutan jantan dewasa itu.

"Proses autopsi kemarin dilakukan sekitar 2 jam. Ditemukan 3 luka di leher akibat benda tajam, sehingga leher putus atau kena tebasan," kata Manajer Perlindungan Habitat COP Ramadhani, Jumat (19/1).

Sederetan bukti lainnya hasil autopsi juga ditemukan 17 peluru senapan angin, patahnya 7 tulang rusuk, lambung pecah, jantung luka akibat peluru senapan angin hingga lebam di bagian dada kiri.

"Lebam ini akibat benda tumpul hingga tulang rusuk patah. Diperkirakan matinya orangutan ini, sudah 3 hari sebelumnya," ujar Ramadhani.

Dijelaskan, orangutan itu dipastikan liar lantaran tidak ditemukan mikro chip, sebagaimana yang pernah masuk program rehabilitasi. "Kalau pencernaannya normal. Karena terdapat kulit dan daun-daunan yang belum tercerna sempurna," ungkap Ramadhani.

Di sekitar lokasi penemuan bangkai orangutan itu terdapat perkebunan sawit dan juga kegiatan tambang. Kuat dugaan, orangutan nahas itu terlibat konflik dengan manusia.

"Jadi, hasil autopsi itu membuktikan kejahatan manusia. Selain tembakan senapan angin, kemudian kepalanya ditebas," ucapnya.

Polda Kalimantan Tengah dibantu bersama dengan tim Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) masih memburu pelaku pembantai orangutan malang itu.

"Ini momen KLHK dan BKSDA untuk menegakkan hukum. Belajar dari kasus di Kaltim (pembantaian orangutan 2011 di Desa Puan Cepak Kutai Kartanegara di Kalimantan Timur), warga banyak jadi lebih sadar untuk perlindungan Orangutan. Sosialisasi perlindungan satwa percuma, lebih bagus penindakan dan penegakan hukum itu lebih bagus," ucapnya.

Diketahui, sempat dikira jasad manusia, bangkai satwa orangutan, ditemukan mengambang di sungai Kalahien Buntok, Barito Selatan, Kalimantan Tengah. Kondisinya bangkai orangutan itu mengenaskan, tanpa kepala dan tangan nyaris putus. Tidak menunggu lama, bangkai itu pun dikuburkan bersama warga sekitar, setelah dilaporkan ke BKSDA Kalteng.

Sumber:Merdeka.com


Loading...
Berita Terkait +
Loading...
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

Tindak Lanjut Dari Laporan Masyarakat, Satresnarkoba Polres Karo Amankan 8 Orang Terduga Penyalahgunaan Narkoba

2

Bangun Jejaring Lintas Sektor, Ka Rutan Kabanjahe Gelar Sambang ke Polres Karo dan Damkar

3

Kondisi Jalan Udara Sudah Lumayan Bagus, Kadis PUTR, Edu Sinulingga: Sebentar Lagi Akan Kita Hot Mix

4

Pastikan Kesiapsiagaan Aktivitas Vulkanik, Danrem 023/KS Kolonel Inf Iwan Budiarso Tinjau Gunung Sinabung

5

Tiga Pejabat Kejaksaan Negeri Karo Dilantik Edmond Novvery Purba SH.MH Sebagai Kasipidsus, Kasipidum Dan Kepala Subseksi Penyidik