MENU TUTUP

Kisah Presiden Filipina Masih Remaja, Pernah Tikam Orang Sampai Mati

Sabtu, 11 November 2017 | 11:24:12 WIB Dibaca : 2276 Kali
Kisah Presiden Filipina Masih Remaja, Pernah Tikam Orang Sampai Mati Presiden Filipina Rodrigo Duterte. Foto: EFA/BBCindonesia.com
Loading...

Filipina - Presiden Filipina Rodrigo Duterte mengatakan ketika masih remaja dia pernah menikam orang sampai mati dalam pidatonya tentang kebijakan kerasnya atas pemberantasan penyelundup dan pengedar narkoba.
Dia menyampaikan hal tersebut di hadapan komunitas Filipina di kota Danang, Vietnam, menjelang pertemuan APEC.

"Ketika saya masih remaja, saya ke luar masuk penjara. Saya bertengkar di sini, bertengkar di sana," kata Duterte, yang memberi izin kepada polisi untuk menembak mati para tersangka pengedar narkoba.

Sejak berkuasa 16 bulan lalu, kepolisian Filipina mengatakan sudah menewaskan sekitar 4.000 orang dalam upaya memberantas peredaran narkoba.

Bukan pertama kalinya Presiden Duterte mengaku pernah membunuh orang. Akhir tahun lalu dia mengukuhkan kepada BBC membunuh tiga orang dengan tangannya sendiri saat menjabat sebagai wali kota Davao.

Kali ini di Danang, pengakuannya ketika dia masih remaja.
"Pada usia 16 tahun, saya sudah membunuh seseorang. Orang beneran, pertengkaran, penikaman. Saya baru 16 tahun. Berapa banyak lagi sekarang, karena saya presiden," tambahnya seperti dikutip kantor berita AFP.

Dia juga mengulang ancamannya akan menampar Agnes Callamard -pelapor khusus untuk pembunuhan tanpa hukum- jika menyelidiki tentang jumlah korban jiwa yang meningkat dalam perang melawan narkoba di Filipina.

"Apa yang sudah kau lakukan sepanjang waktu? Kenapa kau terlalu terpukau dengan narkoba?" kata Duterte di hadapan warga Filipina di Danang, Kamis (09/10).

Walau kerap mengeluarkan komentar yang kontroversial, para wartawan melaporkan pria berusia 72 tahun itu tetap populer di sejumlah warga Filipina, yang yakin bahwa dia membuat masyarakat lebih aman.

Namun kebijakan 'tembak mati' atas tersangka pengedar narkoba dikritik keras oleh para pegiat hak asasi di Filipina maupun komunitas internasional.

Sumber:BBCindonesia.com




Loading...
Berita Terkait +
Loading...
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

Bukber Dengan Wartawan, Dandim 0205/TK Letkol Inf Robert Panjaitan Ajak Bersatu Bangun Kabupaten Karo

2

Pos Retribusi Objek Wisata Air Panas Ditutup Sementara Sampai Batas Waktu Yang Belum Ditentukan

3

Disperindag Kabupaten Karo Pastikan Stok BBM Aman dan Cukup, Masyarakat Diminta Tenang dan Tidak Terpancing Isu

4

Pupuk Subsidi Tidak Langka, Petani di Kecamatan Berastagi Bahagia

5

SMK Negeri Merdeka Tebar Kebaikan Ramadhan dengan Berbagi Takjil Gratis