• Follow Us On : 
Era Globalisasi, Menristekdikti: Perguruan Tinggi Asing Tidak Matikan Perguruan Dalam Negeri Ilustrasi. Foto: Pixabay.com

Dunia Kampus

Era Globalisasi, Menristekdikti: Perguruan Tinggi Asing Tidak Matikan Perguruan Dalam Negeri

Ahad, 25 Februari 2018 - 07:55:43 WIB
Dibaca: 616 kali 
Loading...

Petunjuk7.com – Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Mohamad Nasir, mengatakan di era globalisasi ini senang atau tak senang perguruan tinggi (PT) asing dari luar negeri akan masuk Indonesia. Hal itu harus disikapi dengan bijak bukan harus defensif atau menutup diri.

“Kalau PT asing masuk atau kalau menjalin kerja sama pendidikan dengan PT asing, apakah akan mematikan PT dalam negeri? Saya rasa tidak. Karena ini sangat segmentatif. Masing-masing mempunyai segmen sendiri,” ujar dia dalam konferensi pers di Gedung Siti Walidah kampus Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Pabelan, Kartasura, Sukoharjo, Sabtu (24/2).

Nasir menghadiri diskusi Pengembangan Perguruan Tinggi Swasta pada Era Revolusi Industri 4.0 di Gedung Siti Walidah kampus UMS. Menurut dia, sekarang ini PT asing sudah banyak merekrut siswa SMA dan sebentar lagi hasilnya akan diumumkan.

Kalau ada PT asing masuk di Indonesia, ungkap dia, yang hilang hanya SPP. Sedangkan biaya hidup tetap di Indonesia dan bahkan bisa menarik mahasiswa asing ke Indonesia. Karena pertimbangannya biaya hidup di Indonesia mungkin lebih murah.

Karena itu jika PT luar negeri masuk Indonesia, dia optimistis PTS yang ada di Indonesia takkan terganggu. Dia mencontohkan SPP yang dibayar mahasiswa yang paling mahal di PTS paling antara Rp5 juta sampai Rp10 juta.

“Kemarin saya tanya mahasiswa Indonesia di Inggris SPP nya 8.000 pounsterling atau setara US$10.000 untuk S1. Ini belum termasuk biaya hidup,” ungkap dia.

Kalau PT di Indonesia bisa menyelenggarakan pendidikan memadai, mau tak mau PT yang kecil akan meningkatkan kualitas dan ini akan ada segmennya sendiri.

Soal jaminan masuknya PT luar negeri tak akan mematikan PT dalam negeri dia mengibaratkan pangsa mobil Toyota Avanza yang sudah ada tak akan terdesak jika ada penjual mobil baru seperti Mercedes. Karena segemennya dinilai sendiri-sendiri.

Dia optimistis kedatangan PT asing tak akan melemahkan PT dalam negeri karena segmennya lain. Bahkan justru dinilai akan mendorong PT dalam negeri bersinergi dengan PT asing. Jika itu terjadi misalnya seperti UMS bisa menjadi PT berkelas dunia. “Itu pasti,” kata dia.

Kalau itu terjadi dia optimistis mahasiswa akan datang dari berbagai daerah di Indonesia bahkan dari luar negeri. Karena itu dia meminta PTS khawatir akan terdesak. Selain itu dia mengatakan dirinya juga berkewajiban membina PTS sehingga menjadi lebih baik.

“Tapi jangan sekali-sekali PT melakukan transaksi ijazah bodong. Kalau itu terjadi entah itu PT kecil atau besar harus kita tutup. Kita tidak main-main karena kita ingin meningkatkan kualitas,” tegas M. Nasir.

Sumber:Solopos.com




Loading...

Akses petunjuk7.com Via Mobile m.petunjuk7.com
TULIS KOMENTAR
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Loading...
KABAR POPULER